Cita Cintaku

Waktu aku masih SD, setiap kali di tanya cita- cita nanti kalau gede mau jadi apa? pasti jawabannya kalau ga jadi guru ya aku jawab jadi polwan, heheh entah apa yang aku pikirkan pada saat itu tapi yang pasti tak terpikirkan ke masa depan, mungkin jawaban itu hanya terlintas di pikiranku maklum masih kecil jadi belum bisa mikir dewasa :D. Aku berasal dari keluarga yang sederhana. aku 7 bersodara dan aku anak ke 6. Sejak kecil aku hanya tinggal dengan bapak, karena ibu sudah berpulang ke Rahmatullah bapak sangat sayang sama aku secara aku masih kecil (ahh lebay semua bpk juga pasti sayang sama anaknya ) tidur selalu di timang-timang apa lagi kalau pas bangun tau- tau bapak sudah ngk ada di tempat tidur pasti pura-pura nangis alhasil bapak dateng aku langsung digendong hihihihi *jadi pngn kecil lagi* aku terpisah dengan adeku namanya Solehan dia ikut dengan orangtua angkatnya .Singkat cerita bapakku menikah lagi waktu aku kelas 4 SD, Awalnya aku ngak setuju karena emank aku takut kalau ibu tiri itu kata orang jahat, kejam.
Semenjak bapak menikah aku sudah ngk boleh tidur sama bpk lagi sedih sih tapi mau gimana lagi. Emnk benar apa kata orang ibu Tiri itu kejam, sebelum punya ibu tiri aku main tiap hari ngk pernah dilarang, tapi setelah ada ibu aku sudah ngk boleh main setiap pulang sekolah aku harus beres-beres rumah terlebih lagi aku harus masak di sore hari ngk boleh ikut ngaji, karena ibu dan bpk pergi keladang, tapi ada hikmahnya sih aku jadi bisa belajar dan menjadi anak yang berbakti, setelah lulus SD aku ingin melanjutkan sekolah ke SMP tapi dilarang oleh kedua orang tua. Alasan mereka tidak masuk akal katanya tidak ada uang tapi apa iyah bukanya mencari ilmu itu wajib? Aku masih tetap ingin sekolah, mau jadi apa aku ini kalau tidak sekolah? Berita aku ingin sekolah sampai terdengar oleh kakaku yang ke 4, namanya Halimatus Shadiah, kakaku sudah menikah dan sudah punya anak 1 namanya Deka ardiyanto aneh sih deka tapi mending lah tadinya kalian tau ngk masa mau di kasih nama MERDEKA! heloo menang perang keles Merdeka, tapi kakaku ingin menyekolahkanku dan aku ikut dengan kakaku .
Aku memilih sekolah di Mts namanya MTs Negri Kawunganten di sana aku menemukan kebahagiaan berbeda dengan waktu aku tinggal dengan orang tuaku. Di sana aku bisa mengaji, bisa sekolah mendapatkan teman yang baru, di sekolah juga aku bisa mendapatkan teman di sana juga aku dapat gebetan baru hhihihi malu kalau di ceritain tapi ga apalah, aku sebelumnya belum pernah merasakan apa itu yang namanya cinta pertama , begini ceritanya jangan terlalu serius bacanya okee!
Waktu itu malam pukul 7 kaka iparku pulang dari kroya dia bawa anak cowo umurnya sebaya denganku karena kelihatannya masih kecil hhihihi. Pertama aku melihatnya biasa saja tapi ternyata dia manis :D rambutnya yang kriting, hidungnya yang sedang,dan tatapan matanya yang sangat tajam mampu membuatku tersipu malu setiap dia melihat aku selalu menunduk (dalam hati mah pengen liat terus ). Oya aku belum kasih tau namanya yuahh namanya Wahyudi , sudah seminggu Yudi tingggal di rumah kakaku tapi aku baru tau kalau dia ponakan kaka iparku Oh my No! Gimana bisa aku suka sama sepupuku ! bodohnya aku tapi aku sudah terlanjur suka. Pertama kali dia panggil aku coba tebak dia panggil aku apa? Daplun! greeekkk itu nama siapa ,nama apa, aku ga tau mungkin nama orang gila atau nama makanan aku sampai sekarang ga tau artinya apa tapi aku tetep trsenyum- senyum dan menjawab iyah...kenapah ? kami jarang sekali ngobrol karena sama-sama malu dan tidak ada yang mau memulai (ceritanya dulu massih polos ). Tapi pas aku lagi ngasuh Deka, dan entah kenapah dia juga ikut ikutan bantuin ngasuh, betapa senangnya ketika Yudi gendong Deka dan kita main bareng tanganku bersentuhan dengan tangannya, di saat itu jantungku berdebar kencang (lebay ahh tapi ini faktanya ) setiap kali mata ini bertemu jantung ini berdebar kalau di dengerin bunyinya dug..dug dug hhahaahah. Kita jajan bareng sampai2 uang kembaliannya aku simpan buat kenang2an kalau Yudi pernah ada di hati ini. Setelah dua minggu sekarang saatnya berpisahan :( sedih tapi gimana yuahh mungkin takdirnya, saat aku lagi seneng-senengnya di malah pergi. Saat dia berpamitan aku hanya mengangguk kan kepal, jangankan berbicara untuk menatapnya saja aku tak sanggup.masih sangat jelas tatap matanya yang tajam hiks hiks hiks akhirnya air mataku tak terbendung lagi :'( selamat jalan cinta pertamaku
Hari-hariku terasa hampa tanpa kehadirannya, ouh begini kah rassanya di tinggalkan orang yang di sayang? padahal aku belum sempat mengatakan kalau aku sayang padanya alaupun aku baru mengenalnya. setelah naik kelas 2 MTs timbul lah masalah di keluarga kakaku, kakaku sudah tidak sanggup lagi membiayai sekolahku dan dia memilih menjadi TKW di arab saudi, Bagaikan kiamat saat itu setiap hari aku hanya bisa meratapi nasib, cita-cita yang aku impikan hancur saat itu. Aku kembali ke Patimuan di mana desa orang tuaku tinggal karena tidak betah melihat temenku pada sekolah aku memutuskan untuk bekerja di Bandung entah apa yang ada di benakku aku hanya tidak ingin terpuruk dalam kesedihan. Di Bandung aku bekerja jadi baby siter, tapi tidak lama aku hanya bekerja 7 bulan karena ingin sekolah sampai aku jatuh sakit.
Di saat itu aku setiap hari berdoa dan berharap bisa melanjutkan sekolah, Allah memang maha pengabul doaku dikabulkan dan akhirnya aku melanjutkan sekolah di Karangpucung tepatnya di Desa Surusunda, iyah kamu ga salah baca ko memang benar iti adanya hehheh aneeh yuahh? Tapi di sinilah Cita dan Cintaku yang sesungguhnya di mulai Chayoo semangatttt.
Bersambung.....